Langsung ke konten utama

Postingan

KEADILAN GENDER DITENGAH PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA

  KEADILAN GENDER DITENGAH PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA Konflik agraria merupakan konflik yang terjadi di belahan dunia manapun termasuk Indonesia. Pada tahun 2018, YLBHI telah menangani 300 konflik agraria yang terjadi di 16 provinsi pada sektor pertanian, perkebunan, permukiman, pertambangan, kehutanan, pesisir, infrastruktur dan energi. Dalam konflik agraria tersebut, YLBHI menemukan sekurangnya 367 kasus pelanggaran HAM dengan luas lahan konflik 488.404,77 Ha yang pelakunya didominasi oleh perusahaan dan pemerintah daerah. Konflik ini dapat terjadi oleh beberapa faktor seperti penguasaan atas tanah serta perebutan sumber daya alam yang menimbulkan kesenjangan terhadap sumber agraria. Hak Guna Usaha (HGU) sebagai salah satu produk dari UU Agraria yang dibuat pada masa penjajahan tahun 1870 dianggap memberikan kesempatan pada korporasi untuk menguasai lahan hingga memiliki hak untuk menggusur tanah milik rakyat. Dilansir dari katadata.com bahwa konflik agraria banyak terjadi pada ...
Postingan terbaru

Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Pemetaan Tematik Sebagai Basis Data Pengembangan Potensi Wisata Kalurahan Girikarto

 Pariwisata merupakan salah satu sektor penting di Indonesia. Dengan keberagaman budaya dan keindahan alamnya, Indonesia mampu meningkatkan daya saing pariwisata setiap tahunnya. Hal tersebut dibuktikan dengan kedudukan Indonesia sebagai peringkat ke-40 pada tahun 2019 lalu, yang tentunya mengalami kenaikan dari tahun 2015 pada posisi ke-50 dan tahun 2017 menempati peringkat ke-42. Namun sangat disayangkan ketika Indonesia dengan kekayaan budaya dan wisatanya masih dapat dikalahkan dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand, Vietnam dan Malaysia. Di masa pandemi, terjadi penurunan jumlah wisatawan terhadap pariwisata. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 jumlah wisatawan Mancanegara ke Indonesia sebesar 4,02 juta pengunjung dan mengalami penurunan sebesar 75,03 persen dibanding dengan tahun 2019. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf menyatakan bahwa jumlah wisatawan lokal juga mengalami penurunan sebe...

REFORMA AGRARIA SEBAGAI MOMENTUM KESEJAHTERAAN

  REFORMA AGRARIA, MOMENTUM KESEJAHTERAAN? “.... bahwa revolusi tanpa landreform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang, sama saja dengan omong besar tanpa isi; Tanah tidak boleh menjadi alat penghisapan! Tanah untuk tani! Tanah untuk mereka yang betul-betul menggarap tanah!” (Soekarno, Djalannja Revolusi Kita, Pidato Kenegaraan 17 Agustus 1960) Tanah memiliki fungsi yang vital terhadap kehidupan manusia hingga menyebabkan tanah tidak dapat dinilai hanya dari segi ekonomis saja. Urgensi terhadap pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah pun sudah lama disadari oleh masyarakat dunia. Menurut sejarah, penataan wilayah atas tanah sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu sebelum masehi. Pada saat itu, Yunani kuno pertama kali menggunakan istilah ‘Land Reform’ saat pemerintahan Solon pada 594 sebelum masehi, sedangkan reforma agraria terbentuk pada 486 tahun sebelum masehi. Dimana dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa...

NAGARI PARIANGAN: POTENSI NAGARI TUA SEBAGAI DESA TERINDAH DI DUNIA DALAM MEWUJUDKAN SDGs

               Berdasarkan Pasal 1 UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa, Desa merupakan desa dan desa adat sebagai kesatuan masayarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus pemerintahan, kepentingan masyarakat, hak tradisional dan asal-usul yang diakui dan dihormati oleh pemerintahan. Desa sebagai daerah administrasi tentu harus mengelola desentralisasi fiskal dengan mengembangkan potensi desa dan meningkatkan peran masyarakat dalam melaksanakan pembangunan desa. Dalam melaksanakan pembangunan, saat ini pemerintah desa memanfaatkan potensi dengan pengembangan desa wisata yang menjadi alternatif dalam melancarkan pembangunan ekonomi desa tersebut. Menurut Gunn dan Var (2002) bahwa terdapat Sembilan faktor eksternal dalam sistem pariwisata, yaitu: (a) Sumber daya alam; (b) kewirausahaan; (c) keuangan dan pembiayaan; (d) kebudayaan; (e) organisasi; (f) kebijakan pemerintah; (g) kompetisi; (h) tenaga kerja; (i...
  UPAYA PEMELIHARAAN DATA MELALUI DIGITALISASI WARKAH Pendahuluan Globalisasi memberikan sebuah perubahan dalam berbagai bidang, terkhusus di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan wajah baru bagi dunia dalam memperoleh informasi secara mudah dan cepat. Perkembangan yang luar biasa memberikan dampak positif yang luar biasa dalam kemajuan peradaban manusia. Namun dalam waktu yang bersamaan, teknologi juga memberikan dampak negatif yang menjadikannya sebuah tantangan bagi kehidupan manusia. Dampak teknologi telah merambah ke dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, pertahanan, teeknologi informasi dan lainnya. Kemajuan ini memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, berupa jaringan internet. Kemajuan teknologi digital saat ini membuat perubahan besar terhadap dunia dengan adanya babak baru bagi masyarakat dalam mengakses informasi tanpa adanya sekat pembatas antara pengguna denga...

Hutan Leuser dan Kemelut Proyek Energi

              Selama masa pandemi, Konsorium Pembaharuan Agraria (KPA) sudah mencatat sebanyak 9 konflik agraria. Menurut Sekretaris Jendral KPA Dewi Kartika, mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini masih banyak terjadi penggusuran,  penanganan represif, intimidasi, ancaman, dan kriminalisasi terhadap masyarakat di perdesaan. Hal tersebut membuat saya flashback terhadap hutan leuser yang saat itu tengah berada dalam genggaman kapitalis.            Seperti yang kita ketahui bahwa Taman Nasional Hutan Leuser merupakan taman nasional yang berada di provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Dengan luas sekitar 2,6 juta hektar yang berisi satwa. Hutan Leuser menjadi pusat perhatian pubik karena menjadi objek dan daya tarik wisata.    Contohnya yaitu pusat pengamatan orangutan Sumatera. Namun, saat ini ada hal lain yang menyita perhatian publik untuk taman Hutan Leuser, yaitu a...

GERAKAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BUDAYA PATRIARKI

  Gerakan perempuan muncul sejak zaman penjajahan kolonial Belanda sejak akhir abad ke-19 yang dibuktikan dengan adanya pahlawan perempuan yaitu R.A Kartini, Cut Meutia, Roro Gusik dan masih banyak lagi. Hal tersebut menandakan bahwa perempuan tidak hanya berperan didalam suatu rumah saja, tetapi mereka bisa melakukan kegiatan diluar rumah. Dan adanya gerakan perempuan juga sesuai dengan ramalan para futurolog yang mengatakan bahwa pada abad ke-21 akan menjadi suatu era kebangkitan bagi perempuan yang dibuktikan dengan adanya pergerakan perempuan seperti saat ini. Permasalahan tentang diskriminasi terhadap perempuan yang disebabkan oleh budaya patriarki masih terus ada hingga saat ini. Perempuan sering kali menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual yang terjadi dilingkungan tempat ia berada. [w1]   Dan perempuan juga mengalami diskriminasi dalam suatu tingkat organisasi. Karena dalam suatu organisasi sering kali yang memiliki jabatan tertinggi adalah laki-laki. Buda...